Nama  Lengkap       : Mesayu Aida Mustafa

Panggilan Populer  : Aida Mustafa

Tanggal Lahir            : 23 September 1951

Aida Mustafa

Aida Mustafa

 

Aida Mustafa adalah salah satu penyanyi populer Indonesia yang memulai karir dalam industri rekaman musik Indonesia pada tahun 1966 saat merilis album Aida.Aida Mustafa merekam suaranya di jakarta dan Singapore dengan diiringi banyak band papan atas mulai dari Zaenal Combo hingga The Rollies.Album albumnya yang dirilis dalam kurun waktu 1966-1972 antara lain adalah Aida (1966), Aida Mustafa & Zaenal Combo (1967), From Africa to Asia (1967), Tanda Tanja (1967)
Mengapa Menangis (1968), Pantun Jenaka(1968), Aida Mustafa (1970), dan Sarinande (1972).

 

Nama Lengkap                    : Kasmuri

Nama Populer                     : Murry

Tempat /Tanggal Lahir     : Surabaya 19 Juni 1949

Meninggal                            : Bekasi,1 Februari 2014

 

Murry

Nama Lengkap              : Samsudin Hardjakusumah

Nama Populer                : Sam Bimbo

Tempat /Tanggal Lahir   : Kuningan ,6 Mei 1942

Sam Bimbo (Foto Tempo)

Sam Bimbo (Foto Tempo)

 

Suatu saat di tahun 1973,Samsudin Hardjakusuma atau lebih dikenal dengan nama Sam Bimbo menunaikan sholat jumat di Masjid Salman ITB Bandung.Saat itu Sam mendapat ilham berupa melodi lagu serta sekaligus dengan liriknya.

“ Saya waktu itu habis sholat Jumat, begitu imam mengajak jamaah untuk berdoa, lirik lagu  itu keluar dengan sendirinya” ungkap Samsudin yang dilahirkan di Kuningan 6 Mei 1942.

Tak lama berselang Sam menulis ilham yang muncul dibenaknya.Lalu lahirlah lagu Tuhan yang kemudian dinyanyikannya bersama Bimbo, kelompok musik yang dibentuk Sam bersama dua adiknya Acil dan Jaka pada tahun 1967.Tuhan adalah karya terbesar Sam disepanjang karir musiknya bersama Bimbo.Sam tak hanya menulis lagu-lagu bertema religious saja,dia juga menulis lagu-lagu dengan tema yang beragam, mulai dari lagu-lagu bertema romansa asmara,jenaka hingga kritik sosial.Bahkan lagu “Surat Untuk Reagan dan Brezhnev” yang mengkritik tentang Perang Dingin, justru menerima penghargaan dari Ronald Reagan dan Leonid Brezhnev pada tahun 1982.Tapi lagu  karya Sam Bimbo lainnya yakni “Tante Sun” yang menyindir bisnis ibu-ibu pejabat malah dicekal di TVRI pada tahun 1977.

Nama Lengkap               : Yockie Surjoprajogo

Nama Populer                 : Yockie

Tempat/Tanggal Lahir    :  14 September 1954

Yockie Surjoprajogo

Yockie Surjoprajogo

Tak hanya piawai memainkan keyboards,tapi Yockie Surjoprajogo adalah sosok komposer mumpuni yang banyak menghasilkan karya-karya monumental baik dalam genre rock maupun pop .Pengalaman Yockie yang kerap hadir sebagai music director maupun arranger mulai saat merekam album bersama God Bless,menata musik album Badai Pasti Berlalu serta menjadi music director album Lomba Cipta Lagu Remaha Prambors di tahun 1977-1978 rasanya lebih melempangkan kemampuannya sebagai seorang komposer.Lagu-lagu karya Yockie yang monumental antara lain Jurang Pemisah (Chrisye),Juwita (Chrisye),Biar Semua Hilang (Nicky Astria),Kehidupan (God Bless) dan Kesaksian (Kantata Takwa).

   Di komunitas Kantata Takwa ini, Yockie bertemu dengan dimensi musik yang berbeda. Di sini dia berbaur dengan sosok-sosok seniman mulai dari WS Rendra hingga Sawung Jabo. Ada dialektika baru dalam karya-karya Yockie seperti terlihat pada lagu Orang Orang Kalah, Kantata Takwa, Kesaksian, Paman Doblang, Air Mata, Rajawali, Nocturno, dan Balada Pengangguran.

Nama Lengkap                 : Bagaskara Katon

Nama Populer                  : Katon Bagaskara

Tempat/Tanggal Lahir   : Magelang 14 Juni 1966

Katon Bagaskara (Foto Tempo)

Katon Bagaskara (Foto Tempo)

Puitis dan romantik adalah penanda sebagian besar lirik-lirik lagu yang ditulis Katon Bagaskara.Sebagian besar lagu-lagu karya lelaki kelahiran Magelang 14 Juni 1966 ini memang bermuara pada tema-tema romansa yang menggugah dengan barisan kata-kata bak pujangga.Katon kerap mengangkat thesaurus yang sudah jarang dipakai lagi dalam penulisan lirik ke dalam lirik-lirik lagunya.Sejak kecil Katon memang menggemari puisi.Ketika duduk di kelas IV SD Katon telah menulis lagu untuk mengenang kepergian sang kakek tercinta dengan menggunakan piano kecil.Setelah belajar gitar pada Andre Manika  kakaknya, Katon mulai terpicu untuk menulis lagu.Katon mengaku terinspirasi dengan penulisan lirik-lirik lagu Ebiet G Ade disamping mengagumi karya-karya Fariz RM. Keintiman Katon Bagaskara pada  puisi secara langsung banyak  memberi andil dalam  pola penulisan lagu-lagunya.Karya Katon yang monumental adalah Negeri Di Awan.

Nama Lengkap                    : Jusuf Antono Djojo

Nama Populer                      : Ian Antono

Tempat/Tanggal Lahir       : Malang 29 Oktober 1950

Bermula dengan menulis lagu-lagu bernuansa rock untuk grupnya sendiri God Bless di tahun 1976, lalu merambah menulis lagu bergaya pop  hingga dangdut.Gitaris bernama lengkap Jusuf Antono Djojo yang dilahirkan di Malang  29 Oktober 1950 telah menulis banyak hits mulai dari Gadis Binal (God Bless),Biarawati (Sylvia Saartje) hingga Neraka Jahanam (Duo Kribo) di era 70an.

Ian Antono dan Ikang Fawzi

Ian Antono dan Ikang Fawzi

Sejak itu karya-karya  Ian Antono yang juga sempat membentuk Gong 2000,  mulai sering dibawakan oleh banyak penyanyi dan berhasil menjadi hits diantaranya Nicky Astria,Achmad Albar,Berlian Hutauruk,Hetty Koes Endang,Ikang Fawzi,Dolf Wemay,Anggun C Sasmi, hingga Iwan Fals.Ian Antono bahkan menulis lagu bergaya dangdut “Zakia” yang sukses dinyanyikan Achmad Albar pada tahun 1979. Dari sekian banyak lagu-lagu karya Ian Antono,lagu yang monumental adalah “Panggung Sandiwara” yang ditulisnya bersama sastrawan Taufiq Ismail sebagai penulis lirik.

Nama                               : Christ Kayhatu
Tempat Tanggal Lahir : Ambon 27 Januari 1957
Meninggal Dunia          : Jakarta 8 Agustus 1991.
Karena sering melihat Minggus Tahitu menulis lagu, Christ Kayhatu tergerak untuk menulis lagu sendiri.Kegiatan gereja juga merupakan elemen yang banyak memberikan bekal musikal disaat Christ Kayhatu memilih musik  sebagai pilihan hidup. Di tahun 1976-1977 Christ Kayhatu bersama Minggus Tahitu bergabung dalam kelompok vokal Petrus Gereja yang sempat menjadi Juara Jambore Vokal Group Antara Gereja Se DKI Jakarta.Christ Kayhatu juga aktif dalam kelompok vokal bernama  Emerson Vokal Group .
Christ dan Tommy juga tergabung dalam band Clique Fantastique.
Christ Kayhatu juga menjadi pemain keyboards dalam sejumlah rekaman yang dirilis oleh Yoan Record milik Enteng Tanamal.
 Christ Kayhatu yang dilahirkan di Ambon 27 Januari 1957 lalu mulai menulis lagi pada tahun 1977 judulnya “Manusia”. Christ bersama rekannya Tommy Wahyudin S kemudian menulis lagu bersama .
Christ Kaihatu

Christ Kaihatu

Christ dan Tommy lalu mengikutsertakan lagu-lagu ciptaan mereka ke ajang Lomba Cipta Lagu Remaja yang diadakan radio Prambors Rasisionia di tahun 1978 .Ternyata ada dua lagu karya mereka berdua yang berhasil masuk 10 Besar yaitu Khayal dan Resah.Lagu “Khayal” sendiri malah menjadi juara 1.
  Di tahun itu pula Christ Kayhatu membentuk band Ekhsa Bhama yang sebagian anggotanya adalah mantan Clique Fantastique dan  yang merilis album debut bertajuk “ Harapan”.Tahun 1981 bersama sederet pemusik jazz seperti Jopie Item,Embong Rahardjo,Karim Suweileh,Djoko Waluyo dan Yance Manusama merekam album jazz “Nada dan Improvisasi”.Di album ini muncul hits karya Christ Kayhatu berjudul “Mungkinkah” yang dinyanyikan penyanyi jazz Jacky Bahasoan. Tahun 1981 kembali lagu karya Christ Kayhatu “Tembang Pribumi” terpilih menjadi juara 1 dalam Lomba Cipta Lagu Remaja Prambors.
Funk Section dari kiri Mus Mujiono (gitar),Christ Kayhatu (keyboard,vokal),Yance Manusama (bass) dan Karim Suweileh (drums)

Funk Section dari kiri Mus Mujiono (gitar),Christ Kayhatu (keyboard,vokal),Yance Manusama (bass) dan Karim Suweileh (drums)

Sejak itu lagu-lagu karya Christ Kayhatu mulai dibawakan banyak penyanyi mulai dari Chrisye,Nunung Mardhiman,Utha Likumahuwa,Ade Manuhutu hingga Vina Panduwinata,Cici Sumiati,Ade Manuhutu.

Nama Lengkap     : Jimmy Paais

Nama Populer       : Jimmy Paais

Tanggal Lahir        : 29 Oktober 1957

Meninggal Dunia  :    2 Agustus 2010

Jimmy Paais adalah gitaris dan penulis lagu yang lebih banyak berkutat dibelakang layar.Sosok lelaki berdarah Ambon ini banyak dikenal saat menjadi kolaborator Fariz RM dalam menulis lirik sejak di album solo Fariz “Sakura” (Akurama Tahun 1980). Alumni SMA III Setiabudi Jakarta ini kemudian menggagas membentuk band Symphony di tahun 1982 bersama Herman “Gelly” Effendy yang juga alumnus SMA III.Keduanya lalu mengajak Fariz RM yang juga alumnus SMA III bersama drummer Ekki Akadita Soekarno.

Jimmy Paais di tahun 1977

Jimmy Paais di tahun 1977

Kebersamaam Jimmy Paais bersama Fariz RM telah terjadi saat mereka tergabung dalam vokal grup SMA III angkatan tahun 1977 yang juga didukung Raidy Noor,Addie MS,Ikang Fawzi,Herman Effendy dan Adjie Soetama serta Iman Sastrosatomo.

Di tahun 1984 Jimmy Paais bergabung dengan kelompok musik Jakarta Rhythm Section bersama Fariz RM dan Deddy Dhukun yang juga alumnis SMA III Jakarta.Album debut Jakarta Rhythm Section diberi tajuk Reinkarnasi.

Selain aktif bermusik, Jimmy Paais juga memiliki kegiatan di Radio Elshinta sebagai tim kreatif dan copywriter.

Jimmy Paais gitaris Symphony

Jimmy Paais gitaris Symphony

Nama Lengkap               : Peter Frans Gontha

Nama Populer                 : Peter Gontha

Tempat Tanggal lahir     : Semarang, 4 Mei 1948

 

Lelaki kelahiran Semarang 4 Mei 1948 dengan nama lengkap Peter Frans Gontha ini memiliki banyak julukan.Mulai dari “Rupert Murdoch Indonesia”,lantaran pernah menggeluti dan membawahi berbagai media.Juga kerap dijuluki “Donald Trump Indonesia”,karena tampil sebagai bos atau CEO pada sebuah tayangan reality show “The Apprentice Indonesia” seperti yang dilakukan Donald Trump pada “The Apprentice” hingga “The Godftaher Of Jazz”.

Peter F Gontha (Foto Drigo Tobing)

Peter F Gontha (Foto Drigo Tobing)

Jazz memang meronai sebagian kehidupannya disamping karirnya yang gemilang di dunia bisnis.PFG,demikian kerap ia dipanggil,pernah membentuk grup jazz tendensius Bhaskara di paruh dasawarsa 80-an,aktif mengirim berbagai grup jazz Indonesia ke perhelatan jazz dunia North Sea Jazz Festival di Belanda,ikut mendanai Jak Jazz Festival pada era 90-an,mendirikan klub jazz Jamz di Jakarta,Bandung dan Surabaya.Peter bahkan sempat menulis komposisi jazz pada album Bhaskara.Peter Gontha juga terampil bermain piano.Peter pun sempat merilis album solo bertajuk “Kolaborasi” di tahun 2001 oleh Musica Studios  yang antara lain didukung pemusik jazz Jeff Lorber.

Dan sejak tahun 2005 putera dari pasangan Victor Willem Gontha dan Alice ini sukses menggagas Java Jazz Internasional Festival .

Band ini berasal dari kawasan Menteng Jakarta.Para personilnya yang terdiri atas Firzy Noor (vokal,gitar),Harry Noor (bass),Hendra Priadi (gitar),Didi Achmadi (drums) serta Andy Rustam Munaf (organ) ini di tahun 1969 sepakat menamakan kelompok musiknya Tops. Menurut Andy Rustam yang merupakan kakak kandung pemusik Fariz Rustam Munaf  ,terbentuknya Tops karena tengah populernya penggunaan instrumen organ Hammond B3 dan piano yang dipakai oleh kelompok psikedelik rock asal Inggris Procol Harum.Saat itu musik dunia memang tengah didominasi munculnya band-band beratmosfer psikedelik termasuk The Beatles yang juga menjadi panutan Tops.Tops sempat membawakan lagu The Beatles “Don’t Let Me Down” di layar kaca TVRI.Tops sendiri merupakan gabungan dari beberapa pemusik yang telah tergabung dalam beberapa band lain diantaranya Firzy Noor pernah memdukung band Tumpas bersama Harry Bharata,sedangkan Harry Noor pernah tergabung dalam band Chekink bersama Tjitjip Soetardjo.

Tops di TVRI tahun 1969 Didi Achmadi (drums),Firzy Noor (vokal,gitar akustik) dan Harry Noor (bass)

Tops di TVRI tahun 1969 Didi Achmadi (drums),Firzy Noor (vokal,gitar akustik) dan Harry Noor (bass)

Selain tampil di TVRI Tops juga masuk ke studio rekaman menjadi band pengiring dalam beberapa album kompilasi pop Indonesia yang dirilis Remaco dan Mesra/Dimita  Record diantaranya mengiringi Ida Royani.