Ingat lagu Bangun Pemuda Pemudi ?.Alfred Simanjuntak (lahir di Tapanuli Utara, Sumatera Utara, 20 September 1920 – meninggal di Tangerang, Banten, 25 Juni 2014 pada umur 93 tahun) adalah pencipta lagu tersebut. Alfred dikenal luas oleh masyarakat melalui lagu ciptaannya yang berjudul Bangun Pemudi Pemuda. Sejak tahun 1934 hingga aklhir hayatnya  telah menulis puluhan lagu anak-anak, lagu rohani, lagu-lagu paduan suara, serta lagu nasional, dan pernah menjadi konduktur istana atas saran R. Sudjasmin.

Alfred Simanjuntak, atau biasa dipanggil Pak Siman, menguasai banyak bahasa selain bahasa Indonesia, yaitu Bahasa Batak, bahasa Jawa, bahasa Belanda, bahasa Inggris, dan bahasa Jerman. Ia juga bisa memahami bahasa Jepang Alfred Simanjuntak merupakan putera dari pasangan Lamsana Simanjuntak dan Kornelia Silitonga, anak sulung dari delapan bersaudara .Pada tahun 1928, Alfred bersekolah di Holland Indische school, Narumonda, Porsea, Toba Samosir, dan lulus pada tahun 1935. Ia memperoleh pelajaran menyanyi di sekolah ini serta kerap tampil bernyanyi di acara Natal sekolah. Selanjutnya ia merantau ke Solo, Jawa Tengah, dan selama enam tahun bersekolah di Hollands Inlandsche Kweek School (semacam sekolah guru), Surakarta, hingga tahun 1941. Selama itu, kemampuan bermusiknya berkembang dan ia bisa memainkan organ, piano, biola, dan gitar. Di sekolah tersebut, Alfred bertemu dengan Cornelis Simanjuntak (pencipta lagu Pada Pahlawan).Setelah lulus dari HIKS, Alfred mengajar di Shakelschool (Sekolah Rakyat) di Kutoarjo, Madiun, dan Semarang. Di Semarang, tahun 1943, ia diterima sebagai guru menyanyi Sekolah Rakyat Sempurna Indonesia yang didirikan oleh sejumlah tokoh nasionalis seperti Bahder Djohan dan Wongsonegoro. Di sana pula ia berteman dengan Liberty Manik yang tinggal satu kontrakan dengannya, dan ikut menyaksikan proses penciptaan lagu Satu Nusa Satu Bangsa.Pada tahun 1950, Alfred melanjutkan pendidikan ke Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Setelah lulus, ia melanjutkan belajar bahasa Belanda pada tahun 1954 di tiga kampus secara bersamaan, yaitu Rijksuniversiteit Utrecht; Leidse Universiteit, Leiden; Stedelijke Universiteit, Amsterdam, Belanda.
Alfred Simanjutak menciptakan lebih dari 42 lagu perjuangan dan rohani. Ia berteman dengan Liberty Manik dan Cornelis Simanjuntak, sehingga ciri khas lagu yang mereka ciptakan sama. Seringkali lagu-lagu yang ia ciptakan dikira oleh masyarakat sebagai karya dari Cornelis Simanjuntak, tetapi Alfred sendiri tidak terlalu mempermasalahkannya. Namun, saat lagu selamatkan Terumbu Karang juga dikira merupakan karya dari Cornel, Alfred terkejut karena rekannya tersebut telah meninggal bertahun-tahun yang lalu.Alfred meninggal dunia pada 25 Juni 2014 pukul 06.00 pagi di Rumah Sakit Siloam Karawaci, Tangerang pada usia 93 setelah lama menderita radang paru-paru dan pneumonia. Ia dimakamkan di pemakaman San Diego Hills, Karawang

Komposer Alfred Simandjuntak (Foto lampung Post)

Komposer Alfred Simandjuntak (Foto lampung Post)

Advertisements