Said Kelana adalah peniup trumpet terbaik Indonesia yang juga dikenal sebagai ayah kandung dari Trio The Kids yang kemudian berubah menjadi The Big Kids.Nama lengkapnya Muhammad Said Harzoedin Bawazier .Ayahnya berasal dari Madura namun memiliki darah keturunan Arab, sementara sang ibu asli Italia. Said Kelana tumbuh menjadi pribadi yang tampan, bertubuh kekar, keras, disiplin. Watak keras dan disiplin tinggi itu ia yakini berasal dari darah ibunya.Said Kelana mengawali kariernya dengan masuk sandiwara Dardanella, bersama dengan Anjar Asmara, Bachtiar Effendi, Rempo Urip.
Kemudian ia memisahkan dari Dardanella dan menjadi tukang tempel ker
Peniup trumpet legendaris Said Kelana

Peniup trumpet legendaris Said Kelana

tas ikan kaleng di Manhattan (Amerika Serikat), dan berkumpul dengan orang-orang Jawa. Di sini dia belajar musik yang khusus disediakan untuk orang-orang yang menganggur, dalam kesempatan ini ia berkenalan dengan Prof. Wilian Singer (Negro). Kemudian ia diberi pekerjaan pada sebuah band yang bisa main 6 sampai 9 orang, ia mendapat gaji $100 untuk 4 jam setiap malam.Kemudian dia dipanggil ke New York oleh Bella Connity seorang pemain saksofon dari Italia, bersamanya dengan beberapa orang kulit hitam lainnya main pada jam-session di New York sekitar 3 tahun lamanya. Sesudah itu ia diajak keliling Asia oleh Benny Goodman, ia menjadi pemain trompet no 4. Beberapa negara yang dikunjunginya antara lain: Singapura, Malaysia, dan Thailand. Di Bangkok ia sempat bergabung dengan Vivier Cugat Latin Band, dan mengadakan pertunjukan keliling lagi ke Singapura, Malaysia dan kembali lagi ke Amerika Serikat.Setibanya di tanah air, bergabung dengan Philipino Band (1941-1943). Kemudian dia bergabung dengan sandiwara Dewi Mada yang dipimpin oleh Ferry de Cock, termasuk anggota Bram Titaley. Selama Jepang berkuasa Dewi Mada dijadikan alat untuk propagandanya, sampai Jepang dibom dan menyerah. Sesudah kemerdekaan, ia dipanggil oleh Maria Ulfah Subadio di Jakarta untuk menghibur para pahlawan dari Kementerian Pertahanan Pusat Yogyakarta oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX.

Pada zaman kemerdekaan, ia meneruskan kariernya dan berdiri sendiri di AMN-Kodam V Jaya. Diperintahkan ke Bangkalan untuk menggali kesenian Madura (1966), ia berhasil menggali 52 tarian dan lagu, dan pernah dipentaskan di Senayan Jakarta tahun 1967. Kemudian diminta membantu Kodam V yang diasuh oleh Mansyur Sumislan untuk membuat tim musik. Pada saat itulah, terbentuknya Trio The Kid’s, berkeliling ke seluruh pelosok Indonesia, menghibur para anggota ABRI.

Advertisements