Nama  Lengkap            : TB Sadikin Zuchra

Tanggal Lahir                 : Bandung 22 Januari 1933

Meninggal                      : Depok 17 Oktober 2013

Sadikin Zuchra

Tubagus Sadikin Zuchra,demikian nama lengkapnya, dilahir di Bandung, 22 Januari 1933. Sejak kecil telah menunjukkan bakat musik yang luar biasa.Di usia 14 tahun mang Ikin demikian panggilan akrabnya telah mampu memetik dawai gitar saat bersekolah di Yogyakarta pada tahun 1947.Namun ia tak hanya puas dengan kemampuan memmainkan gitar.Baginya bermain music harus total dengan menguasai berbagai jenis instrument musik lainnya.Lalu Ikin mulai memainkan bas, piano, hingga meniup; trumpet.Uniknya, semua teknik memainkan beragam instrument music itu dipelajari sendiri secara otodidak tanpa bimbingan satu orang gurupun.

Sadikin Zuchra mulai  mengenal dan menyukai  musik jazz saat bersua  dengan Eddy Karamoy, gitaris boogie-woogie dari Bandung yang kerap disebut Setan Gitar. Konon Eddy Karamoy juag  pula yang meminta Sadikin Zuchar untuk belajar  memainkan tuts  piano. Sejak saat itu pengalaman bermusik Sadikin secara perlahan mulai mengemuka.Dia mulai terlibat aktif bermain dalam berbagai kelompok musik di sekitar Bandung

 Pada 1953, Sadikin Zuchra  mengajak sederet pemusik jazz seperti  Benny Corda, Benny Pablo, dan Iskandar Erom untuk . membentuk band Gita Remaja di Bandung .Enam tahun berselang tepatnya tahun 1959 Sadikin tergerak untuk membentuk sebuah band lagi dengan nama  The Black Satin bersama Mus Mualim dan Benny Corda. Semasa hidupnya Sadikin Zuchra bercerita bahwa The Black Satrin adalah  band pertama yang dibentuk sekaligus dipimpinnya,  yang secara rutin bermain di Wisma Nusantara, Harmoni, Jakarta Pusat.

Kesibukan bermusik Sadikin Zuchar kian bertambah saja terutama ketika bersama Maryono, Didi Pattirani, Bill Saragih, dan Paul Hutabarat, , mengikuti tour kesenian berbagai kota di negara tetangga, seperti Singapura, Hong Kong, Tokyo, Osaka, hingga  Manila di sepanjang tahun 1960.

Seolah tak pernah lelah bergonta ganti band,di tahun 1962,gitaris Sadikin Zuchra  bergabung dengan band yang dipimpin Saiful Bachri bersama drummer jazz  Benny Mustapha.Kelompok jazz ini tampil secara rutin di Ramayana Restaurant, Hotel Indonesia.

Di tahun  1965, Sadikin Zuchra kembali membentuk band baru dengan nama  The Jazzanova, dan bermain di klub malam LCC milik Abul Hayat. Dan salah satu kiprah musik terbaik Sadikin Zuchra adalah ketika bergabung bersama Mus Mualim (piano), Idris Sardi (biola), Benny Mustapha (drums), Maryono (saxophone dan flute)  dan George “Tjok”  Sinsoe , yang tergabung dalam kelompok Indonesia Enam yang berangkat ke Osaka, Jepang, ikut tampil dalam Expo’70.Mereka memainkan music jazz denga rasa Indonesia antara lain merestorasi lagu tradisional seperti Es Lilin dan Bajing Luncat.Penampilan Indonesia Enam kabarnya mencuri perhatian penonton yang terkagum-kagum dengan komposisi jazz bernuansa Indonesia.

Do tahun 1975, membentuk The Fabulous LCC, yang menjadi home band klub malam LCC bersama The Jazzanova. Di paruh 709an hingga 80an,Sadikin Zuchra juga kerap diminta untuk menuliskan arransemen musik untuk acara musik Orkes Telerama di TVRI.Orkes Telerama itu dipimpin oleh sahabat lamanya almarhum Iskandar dan Isbandi. Sadikin Zuchra dismpaing terampil dalam bermain gitar, piano, dan bass,  juga dikenal sebagai arranger atau peñata musik. Sosok Sadikin Zuchra ,memang selalu dinamis,seolah tak pernah mau tinggal diam.Sadikin termasuk ikut menggagas dan  menyelenggarakan acara Pro Jazz 1975 di kampus ITB Bandung. Menurut Sadikin banyak bakat bakat musik yang justeru berada dibalik tembok kampus.sadikin Zuchra membuktikan hal itu dalam beberapa acara jazz yang dibikinnya di pelataran kampus.

Disisi lain jiwa pendidik mengemuka dari sosok Sadikin Zuchra yang kerap tampil sebagai mentor dalam beberapa kelompok musik terutrama musik jazz. Disamping itu Sadikin Zuchra juga ikut melibatkan diri dalam kegiatan Karya Cipta Indonesia (KCI), lembaga yang mengatur dan menata kepentgingan royalty dalam sebuah Hak Cipta Musik. Disini,Sadikin Zuchra mencurahkan tenaga dan pikirannya bersama Candra Darusman,Enteng Tanamal,Paul Hutabarat dan Papo F Pareira.Sadikin Zuchra juga termasuk penggagas terbentuknya PAPPRI ((Persatuan Artis Pencipta Lagu Dan Penata Music Rekaman Indonesia). Sadikin Zuchra pun ikut terjun langsung dalam upaya pemberantasan pembajakan karya music beberapa waktu silam.Atas jasa jasanya dalam konstelasi musik jazz Sadikin Zuchra disematkan penghargaan Lifetime Achievement Award 2010 dalam Jazz Goes To Campus yangt ke 33 tahun 2010 oleh sekelompok Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Denny Sakrie

Advertisements