Karya peninggalan Gordon Tobing (Foto Denny Sakrie)

Karya peninggalan Gordon Tobing (Foto Denny Sakrie)

Nama Lengkap            : Gordon Tobing

Tempat Tanggal Lahir  : Medan, 25 Agustus 1925

Wafat                           : Jakarta 13  Februari 1993

Gordon Tobing dilahirkan  di Medan, Sumatera Utara,pada tanggal  25 Agustus 1925.Gordon Tobing yang berbakat musik,belajar musik secara otodidak.Dia  tak pernah mempelajari musik secara formal,.Di  tahun 1950 Gordon merantau ke Jakarta. Di Jakarta ia sempat berpindah-pindah pekerjaan, di antaranya sempat bekerja sebagai karyawan Perusahaan Film Negara. Namun akhirnya memutuskan untuk  pindah ke Radio Republik Indonesia (RRI).

Gordon sempat membentuk Kelompok Vokal bernama  Sinondang bubar. Ketika Sinondang bubar,Gordon kemudian  membentuk Vokal Grup “Impola”.Impola adalah bahasa Tapanuli yang artinya  inti yang terbaik dari yang terbaik. Vokal Grup Impola inilah yang membuat Gordon dan istrinya Theresia Hutabarat menjadi sangat terkenal sejak tahun 1960 an. Bersama VG Impola, dia mengunjungi berbagai  negara di dunia.
Gordon Tobing meninggal dunia  pada 13 Februari 1993 di Jakarta setelah beberapa lama mengidap sesak napas. Gordon Tobing  meninggalkan satu istri dan dua anak.Salah satu putranya yang bernama Enrico Tobing mengikuti jejaknya sebagai penyanyi juga.

Di sampul album Gordon Tobing dan Impola ,Fred Kaseger menulis liner note tentang Gordon Tobing :

Gordon Tobing seorang vokalis jang tak asing lagi , jang mulai naik pentas pada permulaan tahun 40an, chususnya dalam memperkenalkan lagu2 rakjat Indonesia.,sedjak masa mudanja sudah jakin bahwa lagu2 rakjat dapat bertahan dan tetap dapat diterima serta dinikmati bilamana aransemen dapat disesuaikan dengan djamannja.Sebagaimana setiap pedjoang bangsa telah berhasil mempertahankan dan memperkenalkan nama  Indonesia di forum internasional, demikianlah Gordon Tobing telah berhasil mempertahankan dan memperkenalkan lagu2 pudjaan dan perdjoangan, serta lagu2 rakjat Indonesia dipelbagai negara di benoa  Eropah,Afrika,Asia,Amerika Latin dan Australia, bahkan ditinggalkannja lagu2 kita ini berupa rekaman untuk studio2 radio dan TV setempat.

Sedjak tahun 1953 berpuluh2 kota telah dikundjunginja al :Tokyo,Osaka,Shanghai,Manila,Phnom Phenh,Bangkok,Karatji,Kairo,Alexandria,Berlin,Warsawa,Praha,Bukares,Budapest,Moskwa,Amsterdam,Habana,Meksiko,Kuala Lumpur,Singapura,Perth dll.

Gordon Tobing jang didjuluk juga “The Indonesian Troubadour”,  karena selalu muntjul dengan Spanish-guitarnja pada tahun 1962 mendirikan vocal-group “Suara Impola”,dan berhasil memperkaja repertoir-nja dengan membawakan lagu2 rakjat dari pelbagai daerah di Indonesia,bahkan lagu2 rakjat dari negara2 lainnja.Karena keistimewaan Gordon jang dibantu oleh isterinja Theresia (satu2nja penjanji wanita dalam group ini) serta penjanji2 alam lainnja., maka pada tahun 1965 group ini dipilih oleh suatu Panitia Djerman untuk turut serta dalam Press Fest di Djerman, pun suatu Team Ahli Seni Australia telah memilih group ini untuk mewakili Asia (bukan hanja Indonesia) pada Art Festival of Perth (1969) ,sedangkan pada Konperensi Pata XX di Manila,Direktorat Djendral Pariwisata telah mengirim Gordon Tobing’s Impola Folksingers untuk memperkenalkan Indonesia melalui lagu2 rakjatnja kepada para delegasi konperensi chususnya, dan rakjat Filipina umumnja.

Denny Sakrie

Advertisements