Elfa Secioria dilahirkan  di Garut, Jawa Barat, pada  20 Februari 1959. Dia berasal dari keluarga yang mencintai dunia musik. Ayahnya, Hasbullah Ridwan seorang polisi militer yang aktif dalam bermain musik mampu bermain bass dan saxophone serta juga dikenal  sebagai konduktor dan pemain jazz.  Elfa yang tergila-gila dengan Cal Tjader meenempuh pendidikan mulai SD sampai SMA di Bandung. Kemudian, melanjutkan ke Akademi Teknologi Nasional di Bandung  hingga tingkat II ditahun 1980.Tampaknya Elfa lebih menekuni musikpada akhirnya.

Elfa kecil mulai bermain piano ketika berusia 5 tahun. Ketika berusia delapan tahun , ia pemain piano  dan vibraphone dalam Trio Jazz  IVADE. Kemudian Elfa Secioria mengikuti Piano Privat 1 dan 2 di Bandung (1970-1974), mempelajari musik Simfoni di Bandung (1971-1978) dan belajar Aransemen Orkestra di Bandung (1974-1978).

Di tahun 1975 harryRoesli mengajak Elfa bergabungdalam Gang of Harry Roesli yang memainkan musik rock .jazz berpadu dengan etnik Jawa Barat.Elfa sempat mendukung album “Titik Api” di tahun 1976 yang diproduksi majalah Aktuil Bandung.

Di era yang sama Elfa Secioria bergabungdalam kelompok jazz Bandung “Sonata ’47″ pimpinan Adang Bendo bersama gitaris jazz EddyKaramoy dan ayahnya sendiri Hasbullah Ridwan.Sonata 47 merilis album bertajuk “Hampa”

Untuk musik Elfa memperoleh bimbingan mengenai teori dan sejarah musik, komposisi, dan karakter instrument dari  F.A. Warsono, pimpinan Orkes Simfoni Angkatan Darat Bandung. Elfa pernah manggung dengan mata tertutup saat berusia 11 tahun dan membentuk kelompok vokal pada saat berusia 19 tahun.

Pada ASEAN Song Festival di Bangkok tahun 1982 , Elfa  memboyong penghargaan  sebagai Pengaransir Terbaik. Di tahun 1984, pada acara yang sama di Manila Philipina , Elfa  kembali meraih penghargaan untuk The Best Arranger dan the Best Song.

Pada Golden Kite Festival di Malaysia, 1984, mendapat penghargaan sebagai The Best Performer dengan lagu Kugapai Hari Esok, yang dinyanyikan oleh Harvey Malaiholo. Selama kariernya, Elfa sudah 14 kali menjadi pengaransir orkes Telerama pimpinan Isbandi dan untuk Chandra Kirana  pimpinan Diah Iskandar di TVRI.

Pengalaman berkesan buat Elfa, yakni ketika ia menjadi konduktor pada orkes simfoni Yamaha di Budokan Hall, Tokyo saat berlangsung acara World Popular Song Festival pada tahun 1982.. Pengalaman lain yang tak bias dilupakan Elfa adalah sewaktu ia harus menyelesaikan 17 aransemen musik selama tujuh jam di dalam pesawat pada tahun 1983.

Pengalaman yang sangat  berkesan bagi Elfa,  ketika ia menjadi konduktor pada orkes simfoni Yamaha di Budokan Hall, Tokyo saat berlangsung acara World Popular Song Festival pada tahun 1982. Termasuk juga pengalaman  sewaktu ia harus menyelesaikan 17 aransemen musik selama tujuh jam di dalam pesawat pada tahun 1983.

Elfa Secioria dengan Elfa’s Choir-nya  juga termasuk pelanggan juara Olimpiade  paduan suara sedunia.

Elfa Secioria juga di kenal sebagai pendiri grup musik Elfa’s Singer, yang ini telah merilis tujuh album. Album yang ke tujuh yang bertajuk Elfa’s Singers dibuat dalam rangka 30 tahun eksistensi mereka di musik Indonesia pada tahun 2008.

 

Image

 

Elfa Secioria menghembuskan nafas terakhir pada jam 17.00 WIB sabtu 8 Januari 2011 di RSP Pertamina Jakarta Selatan.Dia dirawat karena mengidap penyakit komplikasi yang telah kronis.Bahkan sejak beberapa waktu lalu tangan Elfa pun telah mengalami pembengkakan yang akut.

Advertisements