Di tahun 80-an,sejak Cockpit memproklamirkan diri sebagai impersonator Genesis,vokalisnya Frederick Tamaela a.k.a Freddie mau tidak mau dibaptis pula sebagai saudara kembar Phil Collins atau Peter Gabriel .Penyanyi  berdarah Maluku kelahiran Arnheim Belanda ini sesungguhnya bukanlah orang baru dalam dunia musik negeri ini.Di tahun 70-an,Freddie  yang dilahirkan tanggal 7 Desember  juga pernah menekuni dunia sepakbola ini telah tergabung dalam The ATS Group ,band asal Bogor.ATS adalah singkatan dari Lapangan Udara Atang Senjaya Bogor.Di band yang didukung Zulkarnain (gitar),Sugiman (bas).Saaf (drum) dan Gempul Bertajaya (saxophone,biola),Freddie tampil sebagai vokalis dan peniup harmonika.

Freddie juga pernah bergabung dalam band Jaguar sebagai vokalis juga.Saat itu Freddie wara wiri dari panggung pertunjukan hingga ke klab-klab malam menyanyikan lagu-lagu dalam berbagai genre.Timbre vokal Freddie termasuk lentur dan ekspresif.

Freddie pun sempat tergabung dalam kelompok Abadi Soesman Jazz Band yang dimotori gitaris/keyboardiss lintas genre Abadi Soesman sejak tahun 1979 dan sempat merekam album Jazz Masa Kini di tahun 1981 .Di album Jazz Masakini Freddie menyanyikan dua lagu diantaranya menyanyikan lagu The Rollies karya Oetje F Tekol “Hari Hari” yang dinyanyikan Gito Rollies pada tahun 1978.Pola jazz rock terasa pada penampilan Freddie Tamaela yang membawakan lagu “Hari Hari” . Beatnya pun diubah menjadi shuffle dengan susupan brass section yang saling menyilang pada permukaan lagu. Orientasi pada grup jazz rock Chicago maupun Blood Sweat & Tears terasa pada lagu yang arransemennya digurat Benny Likumahuwa. Pada lagu “Kelabu”, Freddie menyemburatkan aroma soul R&B. Terkadang Freddie mencoba meniru pola vokal Maurice White dari Earth Wind & Fire. Terasa soulful.

Di tahun 1980 Freddie bergabung dalam kelompok Batara Group yang didukung Oding Nasution (gitar),Debbie Nasution (keyboard),Yaya Moektio (drum) dan Harry Minggoes (bass).Pada tahun 1982,grup ini lalu berinkarnasi menjadi Cockpit.

Diluar Cockpit,Freddie masih memiliki dua band lain yaitu Next Band dan FOM.Munculnya band ini karena Freddie tak hanya ingin menjadi impersonator Phil Collins saja bersama Cockpit.Next Band didukung oleh Freddie Tamaela,Keenan Nasution,Oding Nasution,Raidy Noor,Andy Ayunir dan Rani Trisutji Kamal.FOM sendiri adalah singkatan dari Friends Of Mine yang antara lain didukung Dora Sahertian,Dolf Wemay,Inong juga Oding Nasution.Secara bercanda FOM kerap diartikan sebagai Freddie Orang Maluku.

Tahun 1983 Freddie Tamaela merilis album debut Ambon Jazz Rock Reggae (Gema Nada Pertiwi) .Setahun kemudian Freddie Tamaela merilis album Ratna Sari Dewi (RCA)  dengan dukungan musik Ian Antono (gitar,bass,music director),Sam (keyboards),Uce Haryono (drums) dan Roni Harahap (keyboards).Album ini menghasilkan hits “Haruskah Kuberlari” karya Tommy Wahyuddin S dan Marie Fiole.Di tahun 1985 Freddy merilis album “Tetangga” yang dirilis Billboard Indonesia dengan musik yang didukung seluruh personil Cockpit : Yaya Moektio (drums),Oding Nasution (gitar),Roni Harahap (keyboard) dan Raidy Noor (bass,gitar) serta pemusik tamu Gilang Ramadhan (drums).

Selain itu Freddie Tamaela juga ikut bernyanyi di album Suara Persaudaraan,Pakar Rock Indonesia dan Bintang Rock Indonesia.

Freddie Tamaela meninggal dunia pada tahun 1990 karena mengidap penyakit paru-paru basah.

Diskografi

1.Ambon Jazz Rock Reggae (Gema Nada Pertiwi 1983)

2.Ratna Sari Dewi (RCA 1984)

3.Tetangga (Billboard Indonesia 1985)

 

Denny Sakrie

Image

Freddie Tamaela (Foto Dewata – Press)

Advertisements