Yanti Noor,Ida Noor dan Nana Noor

 

Terbentuk di Jakarta 1963

 

Jika menyebut Noor Bersaudara,maka yang terbersit dalam benak kita adalah kelompok musik yang menjejalkan harmoni vokal dan rajutan musik yang classy dan progresif.

Noor Bersaudara mengawali perjalanan musikalnya di awal dasawarsa 60-an disaat merebaknya tren  band bocah.Untuk menguji musikalitas,Noor Bersaudara yang terdiri atas Firzy (gitar),Harry (bass),Iwan (drums) serta Ida,Nana dan Yanti (vocal dan vibraphone) memberanikan diri ikut  Festival Band yang berlangsung di Puri Eka Warna,Kebayoran Baru Jakarta dan berhasil meraih juara III.

Derap awal ini kian memberanikan kelompok yang terdiri atas saudara dan sepupu untuk menapakkan kaki di ranah musik.Band bocah Noor Bersaudara dengan sederet lagu anak-anak   mulai tampil di layar TVRI secara berkala dan melakukan berbagai pertunjukan di Jakarta,Bogor dan Bandung.

Musik Noor Bersaudara saat itu dipengaruhi band instrumental  seperti The Shadows maupun The Ventures.

    Sekitar akhir dasawarsa 60-an formasi Noor Bersaudara juga didukung dengan teman-teman semasa SMA seperti Andy Rustam (keyboard),Hendra Priadi (gitar rhythm,vokal) dan Didi Ahmadi (drums).Mereka lalu menggunakan nama baru The Top’s yang sempat pula tampil di TVRI dan musiknya pun mulai dipengaruhi The Beatles.

     Menguak era 70-an,nama Noor Bersaudara kembali dikibarkan dengan konsep musik yang cenderung kea rah folk songs atau vokal group.Di era ini Noor Bersaudara mulai terlihat menyerap anasir jazz.Pengaruh Sergio Mendes & Brasil ’66,Chicago maupun  Deodato mulai menyelesup.Termasuk pula harmoni vokal ala grup R&B Pointer Sisters menjadi acuan.

Jack Lesmana,dedengkot jazz negeri ini pun tertarik menyimak kemampuan musik Noor Bersaudara.Mulailah Noor Bersaudara terlihat unjuk kemampuan dalam acara jazz yang dikelola Jack Lesmana di TVRI bertajuk “Nada & Improvisasi”.

     Tahun 1975,album perdana Noor Bersaudara dirilis oleh Pramaqua,perusahaan rekaman kongsi antara radio Prambors dan perekam Aquarius.Album yang menampilkan karya Nana dan Firzy bertajuk “Cinta Yang Hilang” (sebelumnya dibawakan The Rollies pada tahun 1972) serta interpretasi cerdas atas karya Lennon McCartney “I’ve Got A Feeling” dan didukung sederet pemusik mumpuni : Keenan Nasution (drum,flute),Oding Nasution (gitar) dan Rully Djohan (keyboards),kian mengukuhkan Noor Bersaudara sebagai kelompok musik yang diperhitungkan sepak terjangnya.

    Pada paruh dasawarsa 70-an Noor Bersaudara berlanjut dengan formasi trio : Nana,Ida dan Yanti.Firzy dan Harry melanjutkan pendidikan ke Belanda.

     Tahun 1977 lewat Hidayat Records muncul album kedua Noor Bersaudara yang digarap oleh Jack Lesmana.Atmosfer jazz kian tajam menyeruak di album yang didukung Jack Lesmana (gitar,bass),Abadi Soesman (keyboard),Alex Faraknimela (keyboards),Perry Pattiselanno(bass),Wiharto (flute,tenor saxophone),Benny Likumahuwa (alto saxophone),Karim Suweileh (drums) dan Indra Lesmana (piano) yang saat itu baru berusia 11 tahun.

Ditahun 2007 lalu,album ini terpilih dalam “150 Album Indonesia Sepanjang Masa” yang dipilih majalah Rolling Stone Indonesia.

    Di tahun 1978,bersama dukungan Benz Group yang dimotori drummer jazz Benny Mustafa van Diest,trio Noor Bersaudara merilis album “Jantan” pada label Yukawi Records membawakan karya Titiek Puspa,Molly Gagola,Susilo Ch,Yasir Syam,Rudi Gagola dan Yessy Wenas.

   Di tahun 1982 Noor Bersaudara melakukan reuni pada album solo adik kandung mereka Raidy Noor bertajuk “Sapa Semesta” yang dirilis Aquarius.Yanti,Nana dan Ida menyumbangkan suara khas mereka di album ini.Harry dan Firzy ikut terlibat sebagai penulis lagu.

Setelah menikah dengan Chrisye,Yanti Noor mundur dari Noor Bersaudara.Kelompok vokal ini toh masih tetap eksis.Terbukti pada tahun 1989 Noor Bersaudara yang terdiri atas Nana dan Ida berhasil menetaskan hits “Bis Sekolah” karya Tonny Koeswoyo yang dipopulerkan Kus Bersaudara pada tahun 1964.Raidy Noor berperan sebagai peñata musiknya.

     Setelah berpulangnya Ida Noor pada tahun 2004,Noor Bersaudara mencoba tampil lagi dalam beberapa event beraroma nostalgia.Formasinya terdiri atas Firzy,Harry,Nana serta bergabungnya Raidy Noor dan Rani Trisutji.Selain itu,penampilan Noor Bersaudara pun didukung oleh dua personil Chaseiro : Edwin Hudioro (flute) dan Uce Haryono Hudioro (drums)  serta Riza Arshad (keyboards) dan Rayendra Sunito (drums).

Denny Sakrie

 

DImage

Advertisements