Wanita berdarah ningrat Bugis Makassar ini lahir di Ujung Pandang 31 Agustus 1957. Karena kecantikan dan kelembutannya dalam menyanyi dia lalu dijuluki “Mutiara Dari Selatan” sesuai lagu yang diciptakan oleh Iskandar yang dinyanyikan Andi Meriem Mattalata pada tahun 1974 “Mutiara Dari Selatan”.Prestasinya di dunia tarik suara cukup panjang antara lain  juara II Pop Singer se Kotamadya Ujung Pandang (1968),
juara Pop Singer se kotamadya Ujung Pandang (1970),  juara Pop
Singer se kota-madya Ujung Pandang (1971) dan juara I kontes lagu-lagu
populer RRI Nusantara I Ujung Pandang (1971). Juara III
kontes lagu-lagu populer tingkat Nasional di Jakarta (1971).

Tahun 1973 kembali ikut
Festival Pop Nasi,onal di Jakarta.Tahun 1975 Mer ikut lomba Bintang Radio Se Indonesia.Masih banyak ajang kompetisi yang diikutinya.Puncaknya adalah ketika Andi Meriem Mattalatatta dikirim ke World Popular Song Festival yang berlangsung di Budokan Hall Tokyo Jepang membawakan lagu karya Elfa Secioria Ridwan dan Ferina Zubeir “Randu”.Walau pun tak menang,tapi membuktikan bahwa performance Mer bisa dianggap berkelas.
Selain paras cantik,sesungguhnya yang pantas dicatat adalah karakter vokal Mer yang lembut tapi tak berkesan lemah.Mer menyanyikan lagu lagu dengan konotasi melankolik tapi tidak mendayu dan tidak meratap-ratap.Saya sejak awal selalu membandingkan kua vocal Mer ini dengan karakter vokal Diana Ross atau Barbra Streisand.Kedua penyanyi Amerika ini selalu melumuri penampilan dengan lagu bertempo lambat hingga medium,tapi tidak terjebak dalam kecengengan yang annoying.
Saya masih ingat di sekitar tahun 1975 Mer tampil di acara Kamera Ria TVRI dan dia dengan penghayatan yang tepat menyanyikan lagu “Do You Know Where I’m Going To” nya Diana Ross yang diangkat dari soundtrack film “Mahogany”.Kemudian saat tampil di TVRI,Mer menyanyikan lagu “I Love This Mouch” Maggie MacNeal,penyanyi perempuan asal Belanda yang cukup ngetop lagunya di paruh era 70-an.
Suara dan penampilan Mer memang elegan dan classy.Tak heran jika banyak pemusik berbakat di negeri ini yang menawarkan kolaborasi dengan Mer.Di langkah awal karirnya pada tahun 1975 pemusik Iskandar yang kemudian menjadi pembimbing dalam seni suara Mer,menuliskan lagu “Mutiara Dari Selatan” dan dinyanyikan Mer dengan syahdu pada album “Pop In Gold”.Setelah itu muncullah nama nama seperti A.Riyanto,Ireng Maulana hingga ke pemusik yang kerap nongkrong di Pegangsaan seperti Chrisye,Yockie Suryoprayogo,Fariz RM,Eros Djarot ,Harry Sabar termasuk Guruh Soekarno Putera yang kemudian menuliskan khusus lagu “Bulan Tolonglah Beta” untuk Andi Meriem Mattalatta.Mer juga menyanyikan lagu karya Albert Warnerin gitaris grup Bandung Giant Step hingga biang jazz Bandung Elfa Secioria.
Kepergian Andi Meriem Mattalatta dini hari tadi 5 Juni 2010 merupakan kehilangan besar bagi khazanah musik Indonesia.

Image

Andi Meriem Mattalatta (Foto : DFok.Aktuil)

Advertisements