Embong Rahardjo yang menguasai instrumen tiup seperti saxophone,flute dan piccollo adalah salah satu dari sedikit pemusik tiup jazz yang menorehkan banyak prestasi dalam musik jazz tanah air.

Lelaki yang dilahirkan di Solo 26 Januari 1950  dengan nama Mathias Haryadi Rahardjo  ini dibesarkan dari keluarga pemusik.Ayahnya Soenarmo adalah seorang peniup flute yang tergabung dalam Orkes RRI Solo.Dua adik kandung Embong yaitu Didiek SSS dan Agus Soedarso juga menekuni instrumen yang sama dengannya yaitu saxophone dan flute.

Sejak awal dasawarsa 70-an Embong ikut tergabung dalam kelompok Maryono & His Boys di Surabaya.

Tahun 1972,Embong diajak almarhum Maryono dan Bubi Chen memasuki bilik rekaman.Lalu pada tahun 1975 almarhum Jack Lesmana pun mengajak Embong ke bilik rekaman dalam proyek rekaman pop jazz dengan bendera Jack Lesmana Combo.Ireng Maulana pun tertarik mengajak Embong ke dalam dunia rekaman .

Di awal era 80-an Embong Rahardjo bergabung bersama Christ Kaihatu (keyboard),Yance Manusama (bass),Karim Suweilleh (drums),Jopie Reinhard  Item (gitar),Joko WH (gitar),Jackie Bahasoan (vokal),Nunung Wardhiman (vokal) dan Utha Likumahuwa (vokal) menghasilkan album jazz pop dengan nama “Nada dan Improvisasi” dan “Nada dan Apresiasi“.

Saat itu Embong juga tergabung dalam berbagai grup jazz seperti Gold Guys,Funk Sections,Karimata dan Java Jazz

Permainan saxophone Embong pun tak hanya terdengar pada album album jazz,melainkan pada album-album sederet penyanyi pop seperti Ruth Sahanaya,Vina Panduwinata,Ebiet G Ade,Chrisye,Candra Darusman dan banyak lagi.

Di tahun 1995 Embong Rahardjo sempat membuat album fusion bersama sederet pemusik jazz Amerika Serikat yang digarap oleh  pemusik jazz Michael Colina.

Bersama dengan beberapa kelompok jazz berbeda,Embong Rahardjo pun pernah tampil di event jazz dunia bergengsi North Sea Jazz Festival yang berlangsung di Den Haag Belanda.

Embong Rahardjo meninggal dunia di Jakarta 30 November 2001.Image

Advertisements