Deddy Stanzah bersama the Rollies bermain bass dan meniup trombone

Deddy Stanzah bersama the Rollies bermain bass dan meniup trombone

Deddy Stanzah

Deddy Stanzah

Nama Lengkap     : Dedi Sutansjah

Nama Pop               : Deddy Stanzah

Tanggal Lahir         : Bandung 14 April 1948

Meninggal Dunia   :Bandung 22 Januari 2001

Dilahirkan dengan nama Dedi Sutansjah di Bandung 14 April 1949 tapi publik lebih mengenalnya dengan Deddy Stanzah.Di paruh 60an saat British Invasion,Deddy mendirikan The Rollies bersama Tengku Zulfiyan Iskandar Madian (gitar),Iwan Krisnawan (drums) dan Delly Djoko Alipin (organ,vokal,keyboard)

Fotografer Prayitno Soelarko

Fotografer Prayitno Soelarko

.Dia juga yang memberi nama The Rollies.

Tahun 1973 Deddy Stanzah keluar dari The Rollies dan sempat membentuk Happiness bersama Bangun Sugito.Bahkan Deddy pun sempat mendukung formasi Giant Step dan God Bless sebelum akhirnya membentuk trio Superkid bersama Deddy Dorres (gitar,keyboard) dan Jelly Tobing (drums)

Di tahun 1977, dengan iringan Silver Train yang terdiri dari Yaya Moektiyo (drums), Harry Minggoes (bass) dan Agus (gitar), Deddy merilis album Gadis dalam Rock. Di tahun 1979, ia kemudian merilis album Pelangi diiringi Dodo Zakaria (keyboard), Oppop (drums), dan Emmand Saleh (gitar). Album ini menawarkan atmosfer yang agak berbeda, karena banyak dijejali nuansa jazz rock, di samping blues yang kental lewat lagu-lagu seperti Kosmetik Jiwa atau Plekie.
Popularitas Deddy Stanzah semkin meluas, ketika dia menyanyikan lagu Sepercik Air karya Iman A Bharata dan Masa Depan di Tanganmu milik Benny E Gagola dalam album 10 Pencipta Lagu Remaja. Album ini berisikan 10 lagu yang diambil dari para semifinalis Lomba Cipta Lagu Remaja Prambors 1979.
Hingga kini lagu Sepercik Air masih dikenang khalayak sebagai lagu terbaik pada zamannya. Di lagu ini, Deddy diiringi Prambors Band yang terdiri dari Oding Nasution (gitar), Yaya Moektiyo (drum), Dondy SM (keyboard), dan Sudibyo (bas).
Memasuki era akhir 80-an hingga 90-an, Deddy masih berkutat di bilik rekaman. Pada masa itu, ia lebih banyak merilis lagu-lagu single yang tergabung dalam sederet album kompilasi. Ian Antono dari God Bless, adalah salah satu peta musik single-single Deddy Stanzah seperti Aku Kembali (1987).

Selama delapan bulan, Deddy dihimpit berbagai penyakit, mulai dari jantung hingga paru-paru basah. Selama seminggu, Deddy sempat dirawat di sebuah rumah sakit di Bandung, tapi, karena tidak tahan, dia memilih berobat jalan. Di sela-sela penyakit yang mendera, ia masih tampil di panggung, antara lain bersama iringan Time Bomb Blues Band dan menyelesaikan peredaran album terakhirnya bertajuk Paradox. Dan, enam tahun silam, Deddy Stanzah akhirnya menghembuskan napas terakhirnya pada 22 Januari 2001 dalam usia 51 tahun . Meninggalkan Isye Larisdia, sang isteri, dan kedua anaknya: Ega Pintudana dan Putri Mentari, serta para penggemarnya di penjuru tanah air.

Denny Sakrie

Advertisements