Addie MS

Dilahirkan di Jakarta 7 Oktober 1959 dengan nama lengkap Muljadi Sumaatmadja dari pasangan Bandi Sumaatmadja,seorang mantan perwira militer yang kemudian menekuni dunia usaha,dan

Pemusik bertubuh jangkung ini lebih dikenal sebagai Addie MS.Seorang pemusik komplit.Dia adalah konduktor Twilite Orchestra.Juga seorang komposer,arranger serta pianis.Bakat musiknya menitis dari sang kakek Muhammad Susilo yang terampil bermain biola.Addie pernah belajar piano klasik pada Mrs Rotti,tapi seterusnya Addie belajar secara otodidak.

Ditahun 1977 Addie MS bersama Fariz RM,Adjie Soetama,Raidy Noor dan Iman RN  yang tergabung dalam SMA III Vokal Group berhasil menjadi finalis Lomba Cipta Lagu Remaja Prambors.Tiga lagu karya mereka diantaranya bertajuk “Akhir Sebuah Opera” masuk dalam deretan 10 Besar.

Di tahun yang sama,Addie MS diajak pemusik Keenan Nasution mendukung album solonya “Di Batas Angan Angan” sebagai pianis dan arranger.Sejak itulah karir musik Addie MS berkembang dalam industri musik pop diantaranya sebagai pianis,komposer dan arranger.Sosok Addie MS mulai muncul mendukung album Keenan Nasution,Chrisye,Vina Panduwinata,Utha Likumahuwa,Ebiet G Ade,Louise Huaturuk,Ikang Fawzy,Raidy Noor dan banyak lagi.

Di tahun 1982,Addie MS sempat membentuk band bernama Staff dengan dukungan Raidy Noor ,Ikang Fawzy,Cendy Luntungan,Mauly Gagola dan Riza Noor.

Karir musiknya kian berkembang diantaranya mendalami   bidang orkestrasi, conducting, dan recording engineering.  Addie MS pernah  mengikuti beberapa pendidikan singkat seperti  Recording Engineering Workshop di Ohio Amerika Serikat pada tahun 1984 dan Conducting Workshop yang diselenggarakan oleh American Symphony Orchestra League di Los Angeles  pada tahun 1995. Dalam conducting workshop tersebut ia mendapat bimbingan dari Jorge Mester, konduktor Pasadena Symphony Orchestra saat itu, dan Raymond Harvey, konduktor Fresno Philharmonic Orchestra.

Di tahun 1991,  bersama pemusik Oddie Agam dan pengusaha Indra Bakrie,Addie MS membentuk Twilite Orchestra, sebuah pops orchestra, yaitu orkestra simfoni yang tak hanya memainkan repertoar musik klasik saja, tetapi  juga music score  film layer lebar, drama musikal, musik pop, dan tradisional yang diaransemen secara simfonik. Dalam lingkup internasional, Twilite Orchestra telah terdaftar sebagai anggota American Symphony Orchestra League sejak tahun 1995.

Pada tahun 1998, Addie MS   bersama Twilite Orchestra merilis album bertajuk Simfoni Negeriku, yang menyajikan  lagu-lagu nasional Indonesia  secara simfonik. Dilanjutkan dengan merilis album ‘La Forza del Destino’ pada tahun 2001 bersama Twilite Orchestra,  yang menampilkan karya-karya musik Klasik Barat.

Addie MS pun membuat music score film seperti “Biola Tak Berdawai” (2004),”Dealova” (2006),”Cinta  Pertama” (2007) dan “In The Name of Love” (2008)

Advertisements